Maut menunggu

Maut menunggu

Entah mengapa ku rasa ia kian pantas mendekat,

Ia di depan, dan aku menujunya.

Maut itu semakin hampir,

Dan aku tak tahu apa yang sedang kulakukan,

Seperti segan menemunya,

Sedang ia adalah pasti.

Lambaian maut kian kulihat,

Suaranya sayup menegur,

Namaku,

Dan kurasa ia kian hampir.

Maut menunggu,

Dan aku masih terleka di sini.

Seakan ia sekadar mainan.

Wahai jiwa,

Mengertilah, maut menanti hadhirmu,

dan ia semakin dekat,

Dengar wahai jiwa,

maut menunggu.

2 comments:

ukhti,mardhiah said...

salam..
entah bila...
sempat atau tidak segala urusan,segala janji
dapat ditunaikan...
Semoga matinya kita didlm husnul khatimah
Aminn Ya Allah

Anak Pendang Sekeluarga said...

Jemput ke blog saya,semoga saya dapat kongsi dengan tuan artikel berkaitan doa vs orang zalim di blog saya.

Followers