Pesanan Wali Songo ~ Kaitan dalam Usaha Dakwah


Alhamdulillah,
Ni ada satu karangan yang amat menarik, rasa cam nak print dan lekatkan tepi dinding dan baca sebelum tidur. Wallahua'lam... Ni di-copy dari http://ajidedim.wordpress.com/2008/01/29/semboyan-dakwah-walisongo/

Ada la komen sikit,heh. Andai tersilap tegur la ye. Yang bagi nasihat ni menurut sumber ialah Sunan Kalijogo, (rujuk gambar, tak pakai serban) .. Beliau ni pure Jawa, yet lebih disayangi orang Jawa berbanding wali-wali lain walaupun antara mereka bersangkut-paut antara satu sama lain. Mungkin Sunan Kalijogo ni dah 2nd atau 3rd gen of arab, mix Jawa+ Arab .Wallahua'lam.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”(QS. Ali Imron : 110).

Kurang lebih lima ratus tahun yang lalu walisongo berdakwah dan berkeliling kehampir seluruh pulau jawa, maka dalam masa yang relatif singkat, yang hampir penduduknya beragama Hindu dan Budha, maka berubah menjadi kerajaan Islam Demak. Para Walisoongo mempunyai semboyan yang terekam hingga saat ini adalah :

1. Ngluruk Tanpo Wadyo Bolo / Tanpo pasukan
Berdakwah dan berkeliling kedaerah lain tanpa membawa pasukan.

Komen; keluar 3h,40h,4b

2. Mabur Tanpo Lar/Terbang tanpa Sayap
Pergi kedaerah nan jauh walaupun tanpa sebab yang nampak.

Komen; ke daerah yang ditentukan syura, taat tanpa bertanya sebab.

3. Mletik Tanpo Sutang/Meloncat Tanpa Kaki
Pergi kedaerah yang sulit dijangkau seperti gunung-gunung juga tanpa sebab yang kelihatan.

Komen; ke daerah yang ditentukan syura, sama juga taat tanpa bersebab.

4. Senjoto Kalimosodo
Kemana-mana hanya membawa kebesaran Allah SWT. (Kalimosodo : Kalimat Shahadat)

Komen; Asas dakwah, sampaikan Kalimah ke semua umat.

5. Digdoyo Tanpo Aji
Walaupun dimarahi, diusir, dicaci maki bahkan dilukai fisik dan mentalnya namun mereka seakan-akan orang yang tidak mempan diterjang bermacam-macam senjata.

Komen; hah.. ni no komen,biasalah.

6. Perang Tanpo tanding
Dalam memerangi nafsunya sendiri dan mengajak orang lain supaya memerangi nafsunya. Tidak pernah berdebat, bertengkar atau tidak ada yang menandingi cara kerja dan hasil kerja daripada mereka ini.

Komen; berdakwah, tidak perlu debat dan mempertahankan diri sendiri. Apa yang ulamak gariskan, taat saja...

7. Menang Tanpo Ngesorake/Merendahkan
Mereka ini walaupun dengan orang yang senang, membenci, mencibir, dan lain-lain akan tetap mengajak dan akhirnya yang diajak bisa mengikuti usaha agama dan tidak merendahkan, mengkritik dan membanding-bandingkan, mencela orang lain bahkan tetap melihat kebaikannya.

Komen; tiada istilah memenangkan diri dalam dakwah. Yang benar tetap benar...

8. Mulyo Tanpo Punggowo
Dimulyakan, disambut, dihargai, diberi hadiah, diperhatikan, walaupun mereka sebelumnya bukan orang alim ulama, bukan pejabat, bukan sarjana ahli tetapi da’I yang menjadikan dakwah maksud dan tujuan.

Komen; emmmm, also no komen...

9. Sugih Tanpo Bondo
Mereka akan merasa kaya dalam hatinya. Keinginan bisa kesampaian terutama keinginan menghidupkan sunnah Nabi, bisa terbang kesana kemari dan keliling dunia melebihi orang terkaya didunia.

Komen; duit scholars ada bahagian untuk kluar 40h dan 4b,.. emmm, mp3 kene tangguh dulu,heh...

Semboyan seperti diatas sudah banyak dilupakan umat islam masa kini.


Bersambung....

2 comments:

penchacaiz said...

Allahuakbar...
sy azam 10 hari, sepupu azam 40 hari...mau blajar2.
mohon doa tn.

Ibnu Mutalib said...

InsyaAllah .. saya azam 10h juga untuk cuti sem ni

Followers