Showing posts with label Luahan. Show all posts
Showing posts with label Luahan. Show all posts

Jemaah Mana Agaknya yang Betul.

Assalamualaikum

"Apabila ummatku telah mengagung-agungkan dunia, maka tercabutlah kehebatan Islam, apabila ummatku meninggalkan amar ma'ruf nahi mungkar, maka diharamkan ke atas mereka keberkatan wahyu, dan apabila umatku saling caci mencaci, maka jatuhlah mereka dari pandangan Allah" Riwayat Tirmidhi

Alhamdulillah. Hadith di atas ingatkan aku kembali masa-masa pemberian Allah di jalan-Nya beberapa masa yang lepas. Bak kata orang tempat jatuh lagi dikenang, inikan pulak tempat bermain. Peribahasa hari ni, "tempat eksiden lagi dikenang, inikan pulak tempat dihantar khuruj". Menelaah tempat hadith di atas dalam internet(gugel), entah macamana boleh ketemu forum2 perbincangan tentang memilih jemaah dan kebenaran jemaah tabligh dan sebagainya.

Bab memilih jemaah, student-student 1st yr mungkin ada kemusykilan yang amat sangat. Yang sana betul,yang sini betul. Yang sana nampak berani, yang sini nampak slow, yang sana selalu jadi imam, yang sini subuh pun tak nampak. Owh, my akak senior suruh saya ikut jemaah dia, jemaah ni ada kawan perempuan sekelas ajak join, haaaa,kan pening. Jemaah sana rest je, hujung minggu gi pantai dan segala, ukhuwah pun terjalin hebat katanya, owh, kagum aku. Ni la dilema adik-adik yang budak surau, sibuk mencari jemaah, sebab tak de expose masa sekolah dan matriks, sibuk belajar of kos. Senang cerita,(kalaulah anda berkaitan), ikut nasihat nih,. Saya pernah bagi cadangan pada adik junior, yang ada beberapa jemaah sebelum ni. Pilih ikut keadaan di bawah

1 Mengingatkan anda kepada Allah
2 Dapat jaga solat dengan sempurna
3 Tiada pergaulan bebas antara lelaki dan perempuan
4 Membawa sunnah (al-quran,hadith,ect)

Walaupun ada nasihat di atas,tuan bagi nasihat tak apply pun (sebab hamba Allah ni ikut naluri mana lebih kuat), tapi itu adalah pilihan orang berakal, dan berilmu. Kehidupan di universiti agak mencabar. Ada beberapa situasi yang sebabkan anda hanyut jika tidak berada dalam jemaah,(kecuali ada jemaah tabligh yang istiqamah ziarah di tempat tersebut, dengan izin dan hidayat Allah). Jadi janganlah bersendiri, bila kita baik seorang diri, sama ada kita akan terus baik seorang atau kita masuk jemaah gamers, jemaah motor, jemaah pelik yang akhirnya menjauhkan kita dari keredhaan Allah.

Saya tak nafikan setiap jemaah yang menamakan mereka jemaah dakwah punya metod tersendiri. Ia bukan pecahan usrah dan tabligh saja,bahkan usrah sendiri punya cabangan sendiri yang masing-masing ada metod yang berlainan. Tapi semuanya InsyaAllah bertujuan redha Allah dan keampunannya, pada asasnya. Fitnah juga tidak terpilih berlaku kepada jemaah tabligh saja, bahkan sejak saya di dunia internet dan pergaulan dengan ustaz-ustaz tabligh atau tidak, mereka juga ada pendapat yang negatif kepada beberapa jemaah usrah tempatan.

Baik orangnya atau tidak soal lain. Golongan khawarij (kata sahabat saya) juga solat berpuluh-puluh rakaat sehari. Lihat saja bagaimana Syiah memajukan nama Islam di mata pemimpin-pemimpin dunia lain, pada hal beberapa pendapat tidak mengiktiraf mereka sebagai fahaman Islam yang diterima. Wallahua'lam.

Hakikatnya teruslah istiqamah menghampirkan diri dengan Allah, lihat diri dan baiki. Lihat orang lain dan ajak mereka juga ke jalan yang sama. InsyaAllah anda dalam pemeliharaan Allah. Sahabat-sahabat radiyallahuanhum ajmain bukanlah tabligh atau usrah atau apa-apa persatuan, malah mereka bersatu hati menyokong Rasululullah dalam apa jua keadaan. Kita bagaimana? Wallahua'lam.

Selamat beramal!

p/s: Fiq Kofallah, ana masih ingat request anta, InsyaAllah dalam pembikinan


Salam Maulidurrasul...



"Dia yang telah mengutus Rasul-Nya (Muhammad) dengan petunjuk dan agama (Islam) yang benar, untuk dimenangkan dan ditinggikan atas segala yang lain walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya"


Maut menunggu

Maut menunggu

Entah mengapa ku rasa ia kian pantas mendekat,

Ia di depan, dan aku menujunya.

Maut itu semakin hampir,

Dan aku tak tahu apa yang sedang kulakukan,

Seperti segan menemunya,

Sedang ia adalah pasti.

Lambaian maut kian kulihat,

Suaranya sayup menegur,

Namaku,

Dan kurasa ia kian hampir.

Maut menunggu,

Dan aku masih terleka di sini.

Seakan ia sekadar mainan.

Wahai jiwa,

Mengertilah, maut menanti hadhirmu,

dan ia semakin dekat,

Dengar wahai jiwa,

maut menunggu.

From The Book, "Up from Shi'ism"

Alhamdulillah,

Assalamualaikum,. This forwarded email to be shared to all readers. Even the writer is a shiite, but there also some value we can think and try to convey the moral to others.
For me, it is good to know
(should know, good to know, nice to know,heh)

_____________________________________________________________________

(http://www.defending-islam.com/page4.html)
by Farhad Amirebrahimi

... Living in a Muslim country, part of our education curriculum was three hours of religious studies per week. We were taught about the lives of the Prophets, such as Adam, Noah, Abraham, Moses, Jesus, and Muhammad (upon them all be peace), and the twelve Shia Imams, who are considered Prophet Muhammad’s successors. We were taught what great men they were: men of truth, wisdom, patience, and sacrifice. Men who spent their entire lives in pleasing Allah and serving humanity. But three hours of religious study a week were not enough to keep me on the straight path.

As a young man fascinated with American movies and technology, I prayed long and hard to come to America , the land where dreams came true! Finally, after overcoming many obstacles, I joined my older brother, who was studying in California , in September 1977.

I was only sixteen years old. At first everything seemed new and interesting. Here I was finally in the land of freedom, equality, and justice. However, what I learned in my U.S. history class changed my perception of America completely. My high school history teacher, teaching from a state-approved textbook, shattered my ideas about freedom, equality, and justice in America . He told us all about the elite white Christian ruling class and the disenfranchised minorities. Despite some improvements in the past few decades, thanks to the civil rights movement, the power and wealth of the country remained in the hands of a few.

I also noticed a clear lack of knowledge and understanding of the rest of the world and other cultures among my peers and the public in general. Over time I realized that many of the things I had learned in Iran about America from the movies, magazines, and people who had vacationed there were not entirely accurate. Moreover, I realized that living in California , having a blonde girlfriend, getting my driver’s license, and going to parties did not bring true happiness and contentment.

I felt lonely and purposeless. At one point it even seemed logical to end my life and see if there was a better life after this. I was in a bind. After many months of pondering and soul searching, I finally decided that with the limited time I have on this earth I should make a positive difference in people’s lives. So I planned to become a doctor, join the United Nations, and serve humanity. This goal gave my life a meaningful purpose and directed all my actions...

Assist the Defending-Islam Team through your efforts: http://www.defending-islam.com/page261.html

Post Saja2 Tapi Lillah (adakecamtu?)

Alhamdulillah ...

Dalam kesibukan sibuk ke? menyambut musim Tengkujuh dan musim Exam, ada kalanya terfikir nak tulis tentang yang pelik2. Tapi harap ia bermakna buat diri sendiri.
Hehe, sajak sikit,... lama tak bersajak.

Andai kuperlu memilih,
akan kupilih yang cantik namun sederhana,
kekal mendengar kata,
taat perbuatan,lembut pada tutur bicara,

Andai kuharus memilih,
pasti kucari yang mulia,
sopan dan santun penghias rupa,
berjaga dalam akhlaknya.

Andai bisa lagi ku memilih,
akan kudapatkan yang bersungguh dia,
dalam agama, dalam keluarga,
dalam amalan kepada tuhan dan muamalat sesama manusia.

Engkau yang kupilih,
maafkan ku, jika nanti aku ada memaksa,
taatlah aku sebagai seorang penjaga,
maafkan khilafku kerana aku juga manusia,

Engkau yang kupilih,
kuharap tugasanmu guru, penjaga,
kepada anak dan harta,
sebagai penyuntik semngat berjuang di jalannya.

Dia ... entah siapa
ku harap yang setia,
yang benar2 mencinta,
kerana tuhannya,
bertemu semula InsyaAllah di "sana"

Dia,...
bersedia, kerana aku bukan yang biasa kau temui,
tugas, tanggunganku kepada agama,
pekerjaanku untuk hidayat atas keluarga.

Entah siapa,
tangan lembutnya bakal menyejukkan hati seorang suami,
bibir mulusnya bergerak membentuk hati,
seorang anak menjadi wali,
menjadi a'lim yang disegani penduduk akhirat,
andai bisa juga alam duniawi...


-kalau aku nak kawin 4,kene taskil 10 orang supaya kawin 4 jugak, akhirnya selamatlah 44 orang anak dara dari menjadi andartu sekiranya taskil aku berjaya, setujoo???-
~~~ credit untuk Bijan NotaSiku~~~

Kahwin lepas khuruj 4Bulan InsyaAllah

Followers